Forum Ilmu Bumi

Quick Search

Go Advanced
 
Register
Welcome
 
Forum Ilmu Bumi > Ilmu Bumi dan Industri > Panas Bumi » Introductions to Geothermal
Reply
Old 09-01-2010, 11:25 PM   #11
Prabowo's Avatar
 
New Born
Join Date: Apr 2010
Posts: 23
Thanks: 0
Thanked 0 Times in 0 Posts
Prabowo is on a distinguished road
Default Re: Introductions to Geothermal

Dalam tahap eksplorasi geothermal, apakah melibatkan subsurface mapping?
Prabowo is offline   Reply With Quote
Old 09-01-2010, 11:43 PM   #12
Miftachul's Avatar
 
New Born
Join Date: Apr 2010
Posts: 4
Thanks: 1
Thanked 0 Times in 0 Posts
Miftachul is on a distinguished road
Default Re: Introductions to Geothermal

Quote:
Originally Posted by claycap View Post
Seperti sudah dibahas di awal2 oleh TS....
Dalam ekspl geothermal untuk pembangkit listrik yg ekonomis kita mencari:
1. High temperature (high entalphy) fluid, dalam jumlah yg cukup untuk men-generate listrik dalam waktu tertentu (misal 110MWe untuk 30 tahun)
2. Fluida geothermal tersebut harus bersifat ekonomis (istilahnya benign fluid) seperti tidak terlalu asam, tidak bertendensi scaling, tidak terlalu banyak mengandung gas (NCG) dll
3. High permeable zone yang memungkinkan fluida tersebut diproduksikan

Seperti natural resources lain tahap eksplorasinya juga bertahap mulai regional study, reconaissance, datail study, expl drilling, dan feasibility study yg kemudian dilanjutkan dengan development phase jika ekonomis.

Untuk geothermal yg berkaitan dengan volcanism seperti di Indonesia,
Untuk me-locate HEAT SOURCE, biasanya shallow intrusion --> dengan metode gravity
Untuk me-locate CLAYCAP, biasanya clay alteration (argillic clay) --> metode geolistrik dan magnetotelluric
Untuk me-locate RESERVOIR, biasanya porous pyroclastic rock --> gravity dan pendekatan geology/volcanic facies
Untuk me-locate HIGH PERMEABILITY zone, biasanya active faults --> analysis citra satelit atau foto udara atau menggunakan microeartquake/MEQ
Sedangkan untuk kondisi fluida (temperatur reservoir dan sifat kimiawi fluida) serta model konseptual menggunakan metode geokimia.
Metode2 geologi, geofisika dan geokimia ini dilanjutkan dengan pemboran landaian suhu, pemboran slim holes (sumur diameter kecil untuk pengukuran temp dan press), atau kadang langsung ke pemboran sumur eksplorasi.

Demikian penjelasan yg agak bertele-tele nya Jika ada yg kurang tepat silahkan dikoreksi. Salam.
Misalnya di suatu daerah kita sudah menemukan adanya heat source, claycap, dan reservoir yang permeable. tinggal ngebor nih ceritanya...dimana kita haru ngebor? kalau di dunia oil and gas kan biasanya ada structural trap dan stratigraphic trap. Konsep ini bisa digunakan juga pada ekplorasi geothermal?
Miftachul is offline   Reply With Quote
Old 09-03-2010, 09:16 AM   #13
claycap's Avatar
 
New Born
Join Date: Aug 2010
Posts: 5
Thanks: 0
Thanked 1 Time in 1 Post
claycap is on a distinguished road
Default Re: Introductions to Geothermal

Untuk well targeting ada beberapa kriteria utama (seperti yg sudah dibahas sebelumnya): 1. High temperature (>250degC?), dan 2. High permeability zone yg memungkinkan flow rate yg tinggi. Selain itu ada beberapa ktriteria lain yg perlu diperhitungkan dalam me-ranking kandidat wells kita, seperti potential acidity, scalling, high NCG/gassy, dll...
Biasanya untuk tahap awal kita mendesain deviated well supaya meng-intercept faults yg kita asumsikan high permeability zone (high frac density). Tapi setelah jumlah sumur banyak biasanya kita menemukan zona produktif yg dikontrol oleh stratigrafi (seperti lapangan Mokai di NZ) jadi ga harus menembus fault. Kurang lebih hampir sama kaya oil/gas ya... awalnya structural target, dan di fase pengembangan kadang jadi stratigraphic target.
Balik ke konsep awal, bahwa fluida geothermal itu ga statik, tapi dinamik dan selalu bersirkulasi (dari upflow ke outflow yang lebih 'dingin'). Hal ini berbeda degan hidrokarbon yg statik/terakumulasi di trap.
Nah untuk mendapatkan high temperature zone kita harus me-locate upflow zone. hal ini -salah satunya- bisa diinterpretasikan dari resistivity structure dari 2D/3D MT inversion model. Upflow biasanya berasosiasi dengan structure updoming pada low resistivity zone, yg kenampakannya mungkin seperti 4-ways closure Selain itu juga bisa dilihat dari data geokimia, kontur temperature atau gradientnya dll....
claycap is offline   Reply With Quote
Old 09-06-2010, 12:51 PM   #14
claycap's Avatar
 
New Born
Join Date: Aug 2010
Posts: 5
Thanks: 0
Thanked 1 Time in 1 Post
claycap is on a distinguished road
Default Re: Introductions to Geothermal

Quote:
Originally Posted by Prabowo View Post
Dalam tahap eksplorasi geothermal, apakah melibatkan subsurface mapping?
Kalo yg dimaksud dengan subsurface mapping itu membuat depth structure map, membuat fault modeling, facies map, 3D facies modeling, petrophysical modeling, etc...jawabannya: YES, geothermal industry melibatkan subsurface mapping....
claycap is offline   Reply With Quote
Old 09-23-2010, 03:12 PM   #15
whipstock44's Avatar
 
Moderator
Join Date: Aug 2010
Posts: 9
Thanks: 0
Thanked 3 Times in 2 Posts
whipstock44 will become famous soon enoughwhipstock44 will become famous soon enough
Default Re: Introductions to Geothermal

Untuk menjawab pertanyaan apakah Panas bumi masih mahal atau tidak ... dan sedikit tergelitik dengan quote 4 - 5 million Euro untuk per MW yang harus dikeluarkan ... weleh mahal bener yah memang ... kalo dibandingkan dengan harga yang 0.04 - 0.1 Euro per kwh ... mau coba ngitung gak yah :

Yang salah adalah 1 well hanya berproduksi 1 MW akan tetapi rata2 1 well berproduksi 5 MW (lihat quote diatasnya lagi) jadi untuk mengsupport 60 MW well butuh 12 sumur yang per satu well adalah 5 million (juta) Euro jadi totalnya adalah 60 juta Euro. Terus dibutuhkan Electricity plant dimana harga membangun dan operationalnya 1 million Euro/MW jadi butuh 60 juta Euro lagi untuk pabriknya ...

Total modal awal adalah 120 juta Euro x Rp. 12,000 = Rp. 1,440,000,000,000 ( 1.44 Trilliun )

Nah dapet angka 20 - 50 Triliun dari mana yah ???? sepertinya salah ngitung nol kali yah

sekarang coba hitung pendapatannya : (Asumsi nya adalah 60 MW electricity plantation dan harga beli 0.1 Euro/kwh)

Pendapatan per tahun = 60 x 1000 x 24 x 360 x 0.1 Euro = 51,840,000 Euro x Rp. 12,000 = Rp. 622,080,000,000 (622 Milliar)

sebagai penjelasan adalah :
1000 sebagai konversi dari MW ke KW
24 adalah produksi sehari selama 24 jam
360 adalah hari produksi selama 1 tahun
0.1 Euro adalah harga per KW/H atau Kilo Watt Hour

Nah dari hitungan bodoh diatas kok proyeknya pas jalan dengan interest rate 0% saja cuman 2.5 tahun sudah balik modal yah ... Nah coba tolong yang dibilang mahal dan gak ekonomis dari mana yah kalo soal hitungan duit ... ???? jadi bingung nih ...

Belum lagi sebuah proyek Geothermal punya keuntungan Carbon Credit yang harga sekarangnya itu 10 Euro / MTU itu additional income lagi ... Nah yang gak pake Carbon Credit saja sudah 2.5 tahun apalagi pake Carbon Credit yah ... hmmm jadi makin kurang lagi ...

Gimana coba tolong dicek ayoh hitungannya ... memang biasanya jurusan Geologi hitungannya agak2 salah soalnya harap maklum biasa berhubungan sama batu om .... hehehehehehehehe ...

Terus kalo ditanya kan berapa lama heat source nya akan habis .... hmmm mungkin sekitar 1.5 juta tahun yah karena sumber panas nya akan meluruh .... weleh 2 tahun udah balik modal sisa 1.49 juta tahun nya untuk untung toh .... weleh2 ...

Yah sedikit membahas dari sisi keekonomian pasar saja

Monggo kalo ada koreksi

Salam
whipstock44 is offline   Reply With Quote
Old 09-23-2010, 03:15 PM   #16
whipstock44's Avatar
 
Moderator
Join Date: Aug 2010
Posts: 9
Thanks: 0
Thanked 3 Times in 2 Posts
whipstock44 will become famous soon enoughwhipstock44 will become famous soon enough
Default Re: Introductions to Geothermal

Quote:
Originally Posted by claycap View Post
Untuk well targeting ada beberapa kriteria utama (seperti yg sudah dibahas sebelumnya): 1. High temperature (>250degC?), dan 2. High permeability zone yg memungkinkan flow rate yg tinggi. Selain itu ada beberapa ktriteria lain yg perlu diperhitungkan dalam me-ranking kandidat wells kita, seperti potential acidity, scalling, high NCG/gassy, dll...
Biasanya untuk tahap awal kita mendesain deviated well supaya meng-intercept faults yg kita asumsikan high permeability zone (high frac density). Tapi setelah jumlah sumur banyak biasanya kita menemukan zona produktif yg dikontrol oleh stratigrafi (seperti lapangan Mokai di NZ) jadi ga harus menembus fault. Kurang lebih hampir sama kaya oil/gas ya... awalnya structural target, dan di fase pengembangan kadang jadi stratigraphic target.
Balik ke konsep awal, bahwa fluida geothermal itu ga statik, tapi dinamik dan selalu bersirkulasi (dari upflow ke outflow yang lebih 'dingin'). Hal ini berbeda degan hidrokarbon yg statik/terakumulasi di trap.
Nah untuk mendapatkan high temperature zone kita harus me-locate upflow zone. hal ini -salah satunya- bisa diinterpretasikan dari resistivity structure dari 2D/3D MT inversion model. Upflow biasanya berasosiasi dengan structure updoming pada low resistivity zone, yg kenampakannya mungkin seperti 4-ways closure Selain itu juga bisa dilihat dari data geokimia, kontur temperature atau gradientnya dll....

Sudah betul itu Om penjelasannya ... yang di test adalah Conceptual Model nya ...
whipstock44 is offline   Reply With Quote
Old 09-23-2010, 03:20 PM   #17
whipstock44's Avatar
 
Moderator
Join Date: Aug 2010
Posts: 9
Thanks: 0
Thanked 3 Times in 2 Posts
whipstock44 will become famous soon enoughwhipstock44 will become famous soon enough
Default Re: Introductions to Geothermal

Quote:
Originally Posted by Bluebell View Post
Maaf kalo salah y kk.
Ini yg saia mengerti bahwa terlepas dari potensi geothermal di Indonesia,
selama faktor keekonomiannya tidak menguntungkan (PLN tidak merugi) maka geothermal tidak akan maju...begitu ya?
maaf kalo salah tangkep

*untung saia ga ngambil kuliah geothermal


kk whipstock44 dulu jurusan apa ya?
Saya dulu kuliahnya Geologi kok ... tapi benar memang segala sesuatu yang mendorong maju atau tidaknya keilmuan adalah faedah atau kegunaan ilmu tersebut didalam menopang sebuah peradaban ...

Untuk Geothermal apabila dilihat secara hitung2an proyek akan sangat menarik (Silahkan lihat di posting saya diatas) akan tetapi kalo di bilang menarik dan untung kenapa kok gak maju2 ...???? Nah ini juga yang saya pertanyakan .... hehehehehehehehe ... Kenapa yah ... ????

Mungkin sama dengan pertanyaan kenapa yah bangsa indonesia kayak akan bahan tambang dan minyak tetapi masyarakat miskin nya banyak ... ???? Kenapa ... ????

Kalo mau ngambil kuliah Geothermal mah seharusnya ngambil saja tidak ada salahnya untuk tau salah satu aspek dari ilmu kebumian ... biar kamu tau seperti apa ilmu geothermal tersebut ...

Cheers
whipstock44 is offline   Reply With Quote
Old 04-04-2011, 02:29 PM   #18
Irfan's Avatar
 
New Born
Join Date: Apr 2010
Posts: 4
Thanks: 0
Thanked 0 Times in 0 Posts
Irfan is on a distinguished road
Default Re: Introductions to Geothermal

Mas/Mba,

Numpang nanya, mohon pencerahannya,
Apa yang dimaksud dengan reservoir Vapour Dominated dan Liquid Dominated?

Saya sedang baca artikel geothermics, untuk tugas kuliah. Selalu ada kata2 itu di abstractnya.

terimakasih atas pencerahannya
Irfan is offline   Reply With Quote
 
Reply

Bookmarks

Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off
Trackbacks are On
Pingbacks are On
Refbacks are On


Similar Threads
Thread Thread Starter Forum Replies Last Post
Kabupaten Kerinci akan membangun geothermal power plant Wulan News 0 06-24-2010 02:27 PM