Seperti sudah dibahas di awal2 oleh TS....
Dalam ekspl geothermal untuk pembangkit listrik yg ekonomis kita mencari:
1. High temperature (high entalphy) fluid, dalam jumlah yg cukup untuk men-generate listrik dalam waktu tertentu (misal 110MWe untuk 30 tahun)
2. Fluida geothermal tersebut harus bersifat ekonomis (istilahnya benign fluid) seperti tidak terlalu asam, tidak bertendensi scaling, tidak terlalu banyak mengandung gas (NCG) dll
3. High permeable zone yang memungkinkan fluida tersebut diproduksikan
Seperti natural resources lain tahap eksplorasinya juga bertahap mulai regional study, reconaissance, datail study, expl drilling, dan feasibility study yg kemudian dilanjutkan dengan development phase jika ekonomis.
Untuk geothermal yg berkaitan dengan volcanism seperti di Indonesia,
Untuk me-locate HEAT SOURCE, biasanya shallow intrusion --> dengan metode gravity
Untuk me-locate CLAYCAP, biasanya clay alteration (argillic clay) --> metode geolistrik dan magnetotelluric
Untuk me-locate RESERVOIR, biasanya porous pyroclastic rock --> gravity dan pendekatan geology/volcanic facies
Untuk me-locate HIGH PERMEABILITY zone, biasanya active faults --> analysis citra satelit atau foto udara atau menggunakan microeartquake/MEQ
Sedangkan untuk kondisi fluida (temperatur reservoir dan sifat kimiawi fluida) serta model konseptual menggunakan metode geokimia.
Metode2 geologi, geofisika dan geokimia ini dilanjutkan dengan pemboran landaian suhu, pemboran slim holes (sumur diameter kecil untuk pengukuran temp dan press), atau kadang langsung ke pemboran sumur eksplorasi.
Demikian penjelasan yg agak bertele-tele nya

Jika ada yg kurang tepat silahkan dikoreksi. Salam.